Untuk
masuk ke dalam lokasi pemandian yang menyediakan empat macam kolam
dengan berbagai tingkat suhu kolam mulai dari kolam dingin, sedang,
panas dan sangat panas tersebut tidaklah mahal, bahkan terkesan sangat
murah. Dengan hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 6.000,- kita sudah bisa
menikmati semua fasilitas kolam itu.
SAKA WANA BAKTI PACET
Senin, 19 November 2012
Wana Wisata Air Panas Pacet
Wisata Air Panas Padusan Pacet Mojokerto , Pacet terkenal sebagai kawasan wisata
pegunungan di Mojokerto yang terletak ±600
m dari permukaan laut,yang mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan
pribadi maupun angkutan umum,tempat wisata ini tepatnya terletak di desa
Padusan, Pacet, Mojokerto, dan yang tak jauh pula dari Hotel Bukit Surya. Rute menuju Padusan dapat dilalui
dari arah pertigaan Krian belok kiri menuju arah Mojosari hingga terus
masuk Kecamatan Pacet. Jarak yang ditempuh dari sini menuju Wisata Air Panas Padusan Pacet sekitar
4 km. Kalau dari arah Kota Mojokerto, sudah ada petunjuk jelas yang
terpasang. Jika Anda dari Malang/Pandaan, Anda bisa lewat Prigen –
Trawas. Lewat jalan ini lebih berkelok-kelok dibandingkan dengan lewat
Krian. Sepanjang perjalanan menuju lokasi dipenuhi dengan pemandangan
alam yang tak kalah elok. Jajaran bukit, aliran sungai bening yang
mengalir dan hutan perawan yang masih asri terbentang luas menyambut
kedatangan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan di sekitar lokasi pariwisata.
Wisata Air Panas Padusan Pacet sudah dikelola secara profesional. Di area Wisata Air Panas
Padusan, selain air panas, juga terdapat kolam air biasa untuk dewasa
dan anak-anak. begitu melewati pintu masuk, kita langsung dapat melihat
kolam renang dewasa, sedangkan kolam renang anak ada di sebelah kanan
dari pintu masuk. Sementara Air Panas padusan berada paling pojok
sebelah kanan. Keistimewaan pemandian air panas yang terletak di desa
Pandusan, Pacet, Mojokerto adalah konon bila mandi air hangat disini dapat menyembuhkan penyakit kulit dan gatal-gatal.
Bila Anda sudah puas berendam di Air Panas Padusan, Anda bisa belanja sayur-sayuran segar yang banyak dijual di depan pintu masuk.
Atau Anda bisa mengunjungi Air Terjun Grenjengan yang berada satu
lokasi dengan Air Panas Padusan. Atau bila Anda masih punya banyak
waktu, Anda juga bisa mengunjungi Air Terjun Canggu yang letaknya hanya
beberapa ratus menter dari pintu masuk.
Satu lagi tempat yang sangat sayang jika
dilewatkan
adalah TOS ( tigo-sulfata ) ..where adventure can be fun.. , setelah
menikmati semua fasilitas di kolam renang tadi saya yakin anda masih
belum puas berwisata di pacet jika hanya untuk berenang , oleh karena
itu efektif mulai per 1 agustus 2011 telah dibuka wahana hiburan wisata
alam terbaru di area sekitar pemandian air panas padusan ini , anda bisa
lebih dahulu mengunjungi TOS sebelum berenang , atau setelah berenang
pun tidak masalah .
SATUAN KARYA PRAMUKA BHAYANGKARA
Satuan
Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan
untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang
keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menumbuhkan
kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional. Tujuan dibentuknya Saka Bhayangkara adalah untuk mewujudkan kader-kader Bangsa yang ikut serta bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendidikan kebhayangkaraan di dalam Gerakan Pramuka.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.
Anggota Saka Bhayangkara terdiri atas :
1. Peserta didik
1) ) Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
2) Pramuka Penggalang yang berminat di bidang Kebhayangkaraan dan memenuhi syarat tertentu.
2. Anggota dewasa
1) Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka
2) Instruktur Saka Bhayangkara
3) Pimpinan Saka Bhayangkara
3. Pemuda yang berusia 14-25 tahun bukan anggota Gerakan Pramuka dapat menjadi calon Saka Bhayangkara, dengan ketentuan satu bulan setelah terdaftar sebagai calon anggota Saka Bhayangkara, telah menjadi anggota salah satu Gugusdepan terdekat.
KRIDA SAKA BHAYANGKARA
Krida adalah satuan terkecil dari Satuan Karya (SAKA). Tiap Krida berjumlah 5-10 anggota yang dipimpin oleh Ketua Krida. Anggota Krida melaksanakan kegiatan sesuai dengan nama krida/ spesifikasi yang dipilihnya.
Saka Bhayangkara meliputi 4 (empat) krida, yaitu :
1. Krida Ketertiban Masyarakat
Krida Ketertiban Masyarakat, terdiri atas 4 SKK
a.SKK Pengamanan Lingkungan Pemukiman
b.SKK Pengamanan Lingkungan Kerja
c.SKK Pengamanan Lingkungan Sekolah
d.SKK Pengamanan Hukum
2. Krida Lalu Lintas
Krida Lalu Lintas, terdiri atas 3 SKK :
a.SKK Pengetahuan Perundang-undangan/Peraturan Lalu Lintas
b.SKK Pengaturan Lalu Lintas
c.SKK Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas
3. Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana ( PPB )
Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, mempunyai 5 SKK :
a.SKK Pencegahan Kebakaran
b.SKK Pemadam Kebakaran
c.SKK Rehabilitasi Korban Kebakaran
d.SKK Pengenalan Kerawanan Kebakaran
e.SKK Pencurian
f.SKK Penyelamatan
g.SKK Pengenalan Satwa
pada krida PPB terdapat 4 sub krida :
1. Subkrida PASKUD (Pasukan Berkuda)
2. Subkrida PASKAN (Pasukan Anjing Pelacak)
3. Subkrida DAMKAR (Pemadam Kebakaran)
4. Subkrida SAR (Search And Rescue)
Pada saat ini Krida saka bhayangkara yang memiliki sub krida PASKUD hanya di wilayah Jakarta Timur, Tepatnya Ranting PAsar Rebo, Ciracas, dan Cipayung. terlahir beberapa aswasada didalamnya, diantaranya : Riyan Pauzan(Ciracas), Hendra Budiman(Pasar Rebo), dan Junaedi (Cipayung).
4. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP)
Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPKP), mempunyai 5 SKK :
a.SKK Pengenalan Sidik Jari
b.SKK Tulisan Tangan dan Tanda Tangan
c.SKK Narkotika dan Obat-Obatan
d.SKK Uang Palsu
e.SKK Pengamanan Tempat Kejadian Perkara
Hasil yang diharapkan dibentuknya Saka Bhayangkara adalah agar para anggota Gerakan Pramuka :
1. Memiliki pengetahuan, kemampuan, kecakapan, dan keterampilan serta pengalaman dalam bidang kebhayangkaraan.
2. Memiliki sikap hidup yang tertib dan disiplin serta ketaatan terhadap peraturan hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat
3. Memiliki sikap, kebiasaan dan perilaku yang tangguh sehingga mampu mencegah, menangkal serta menanggulangi timbulnya setiap kejadian kamtibmas.
4. Memiliki kepekaan dan kewaspadaan serta daya tanggap dan penyesuaian terhadap setiap perubahan dan dinamika social di lingkungannya.
5. Mampu memberikan latihan tentang pengetahuan kamtibmas kepada para anggota Gerakan Pramuka di Gugusdepannya.
6. Mampu menyelenggarakan pengamanan lingkungan serta secara swakarsa, swadaya dan swasembada, serta secara nyata yang berguna bagi dirinya dan bagi masyarakat lingkungannya.
7. Mampu melakukan tindakan pertama terhadap kasus kejahatan tertangkap tangan yang terjadi di lingkungannya untuk kemudian segera menyerahkan kepada Polri.
8. Mampu membantu Polri dalam pengamanan TKP dan melaporkan kejadian tersebut serta bersedia menjadi saksi.
STRUKTUR ORGANISASI PRASBHARA
* pamong saka
anggota saka atau anggota dewasa saka gerakan pramuka bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan saka.
* instruktur saka
anggota gerakan pramuka atau bukan anggota saka karena kemampuanya untuk membantu pamong saka.
* dewan saka
badan yang dibentuk oleh anggota saka yang beranggotakan pramuka penegak dan pandega yang bertugas memimpin pelaksanaan kegiatan saka.
* pimpinan saka
badan perlengkapan kwartir yang bertugas memberikan bimbingan organisasi teknis pada saka yang bersangkutan serta memberikan fasilitas dan kemudahan lainnya.
http://prasbhara-ngawi.blogspot.com/p/saka.html
Kamis, 27 September 2012
ISU KEBAKARAN HUTAN TAHUN 2012
Musim kemarau di indonesia tahun ini sangat panjang
akibatnya gunung lawu,arjuna dan yang lain di Jawa Timur Banyak yang
mengalami kebakaran yang sangat luas.
Para POLHUT dan Perhutani di terjunkan untuk membantu
pemadaman hutan yang kebakaran tersebut.
Menurut Media masa, bahwa ...
Hutan Gunung
Arjuno Sengaja Dibakar
Metrotvnews.com, Malang: Penyebab kebakaran 500 hektare (ha)
hutan di Gunung Arjuno di Kabupaten Malang dan Pasuruan, Jawa Timur, karena
sengaja dibakar oleh pemburu satwa liar. Kasus ini terungkap setelah petugas
menemukan jaring dan perlengkapan berburu satwa di sejumlah lokasi dekat areal
kebakaran.
Demikian diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Rudhy Marojahan di Malang, Rabu (26/9).
Rudhy Marojahan mengatakan pemburu melakukan kegiatan ilegal tersebut untuk menangkap satwa liar mamalia. Yang ditangkap antara lain owa jawa, alap-alap jambul, alap-alap putih, tupai, kera, elang jawa, landak, dan kera abu-abu.
Kebakaran hutan ini, ungkapnya, berlangsung beruntun sejak awal Agustus. Vegetasi yang terbakar adalah semak belukar, pohon pinus, dan cemara. Petugas dibantu masyarakat sudah melakukan pemadaman, namun terjadi kebakaran lagi pada 24 September 2012.
Kebakaran hutan di gunung setinggi 3.339 meter di atas permukaan laut itu terjadi sejak beberapa hari lalu. Pada malam hari, api terlihat memanjang di sejumlah titik disertai kepulan asap di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Kasus kebakaran terbaru terdapat di tiga titik dan diperkirakan terus menyebar akibat tertiup angin. Diperkirakan, selama dua hingga tiga hari ke depan belum bisa dipadamkan karena petugas kesulitan menjangkau pusat kebakaran.(MI/BEY)
Demikian diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Rudhy Marojahan di Malang, Rabu (26/9).
Rudhy Marojahan mengatakan pemburu melakukan kegiatan ilegal tersebut untuk menangkap satwa liar mamalia. Yang ditangkap antara lain owa jawa, alap-alap jambul, alap-alap putih, tupai, kera, elang jawa, landak, dan kera abu-abu.
Kebakaran hutan ini, ungkapnya, berlangsung beruntun sejak awal Agustus. Vegetasi yang terbakar adalah semak belukar, pohon pinus, dan cemara. Petugas dibantu masyarakat sudah melakukan pemadaman, namun terjadi kebakaran lagi pada 24 September 2012.
Kebakaran hutan di gunung setinggi 3.339 meter di atas permukaan laut itu terjadi sejak beberapa hari lalu. Pada malam hari, api terlihat memanjang di sejumlah titik disertai kepulan asap di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Kasus kebakaran terbaru terdapat di tiga titik dan diperkirakan terus menyebar akibat tertiup angin. Diperkirakan, selama dua hingga tiga hari ke depan belum bisa dipadamkan karena petugas kesulitan menjangkau pusat kebakaran.(MI/BEY)
Sabtu, 22 September 2012
MATERI SAKA WANABAKTI
| KOMUNITAS SAKA WANABAKTI |
SAKA WANABAKTI
Adalah salah satu jenis satuan karya pramuka yang merupakan wadah pembinaan di bidang kehutanan bagi anggota pramuka agar mereka mampu membantu melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup sesuai dharma baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
Sejarah saka wanabakti
1. Diawali dengan penandatanganan piagam kerjasama antara kwarnas gerakan pramuka dan departemen kehutanan pada tanggal 27 Oktober 1983 oleh Letnan Jendral Purnawirawan mashudi dengan mentri kehutanan Dr. Sujarwo.
2. Pembentukan wanabakti ditetapkan dengan keputusan kwarnas gerakan pramuka No.134 tahun 1983 tanggal 10 Desember 1983.
3. Tanggal 19 Desember 1983 Pimpinan Saka wanabakti ditetapkan dan dilantik oleh wapres RI, Bpk. Umar wira hadi kusuma pada kesempatan upacara penghijauan di desa Pitpit, karang asem, bali.
Tujuan Saka Wanabakti
Terwujudnya para pemuda-pemudi calon pemimpin masa depan kita yang terampil, penuh inisiatif, dan berperan aktif serta melestarikan hutan untuk di manfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
ARTI BADGE SAKA WANABAKTI
1. Segi lima sama sisi melambangkan falsafah bangsa indonesia yaitu pancasila,
sebagai asas tunggal saka wana bakti.
2. Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur yang berkat usaha penghijauan, reboisasi, konservasi tanah, serta usaha yang dilakukan terus menerus.
3. Pohon berwarna hijau melambangkan kesuburan tanah dan kemakmuran bumi.
4. Pohon dan akar berwarna hitam melambangkan hutan yang produktif sebagai sarana penunjang pembangaunan nasional yang perlu dikelola secara produktif dan lestari.
5. Garis lengkung berwarna biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air yang sangat penting, mengingat air sebagia salah satu sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan.
6. Tunas kelapa bertolak belakang melambangkan kegemilangan generasi pemuda-pemudi yang tergabung dalam saka wanabakti, serta melambangkan satuan terpisah antara Pa dan Pi.
7. Tulisan saka wanabakti melambangkan Satuan Karya itu sendiri.
8. Tulisan saka wanabakti berwarna kuning keemasan melambangkan kejayaan saka wanabakti.
Saka adalah salah satu organisasi kepramukaan yang dinaungi oleh suatu lembaga tertentu yang dilakukan diluar sekolah.
Krida adalah satuan terkecil dalam satuan karya yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
Macam-macam krida dalam saka wanabakti :
1. Krida Binawana.
SKK dan TKK
a. Konservasi tanah dan air
b. Pembenihan
c. Pembibitan
d. Penanaman dan pemeliharaan
e. Perlebahan
f. Budidaya jamur
g. Pesuteraan alam
2. Krida tatawana.
SKK dan TKK
a. Risalah hutan (Pendataan hutan)
b. Pengukuran dan Pemetaan hutan
c. Penginderaan jauh
3. Krida gunawana
SKK dan TKK
a. Pengenalan jenis pohon
b. Pencacahan pohon
c. Pengukuran kayu
d. Kerajinan hasil hutan
e. Pengolahan hasil hutan
f. Penyulingan minyak atsiri
(minyak atsiri : hasil penyulingan dari bunga cengkih, fungsi : untuk kesehatan,obat, penghangat badan)
4. Krida reksawana
SKK dan TKK
a. Keragaman hayati
b. Konservasi tanaman
c. Perlindungan hutan
d. Konservasi jenis satwa
e. Konservasi jenis tumbuhan
f. Pemanduan
g. Penelusuran gua
h. Pendakian
i. Pengendalian kebakaran hutan
j. Pengamatan satwa
k. Pengendalian perburuan
l. Pembudidayaan tumbuhan
m. Penangkaran satwa
KRIDA BINAWANA
Adalah salah satu krida dari saka wanabati yang melaksanakan kegiatan pembinaan kawasan dan masyarakat yang erhubungan dengan salah satu organisasi fungsional departmen kehutanan dan perkebunan.
A. Konservasi tanah : Upaya untuk memeluhara meningkatkan dan memperbaiki kondisi tanah agar berdaya guna secara optimum.
Tanah adalah tubuh alam bebas dari hasil pelapukan batuan yang menduduki sebagian besar permukaan bumi, yang fungsinya sebagai habitat tumbuhan, pengatur tata air serta tempat melangsungkan kehidupan makhluk hidup.
Erosi adalah terangkutya tanah/bagian-bagian tanah dari satu tempat ketempat yang lain oleh media alai terutama air.
Pembentukan tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu,
a. Iklim d. Topografi
b. Bahan induk e. Waktu
c. Makhluk hidup
B. Pebenihan
a. Pengadaan benih.
Adalah proses kegiatan mulai pengumpulan benih, extrasi benih, pengujian termasuk seleksi dan penyimpanan benih.
b. Extrasi benih.
Adalah proses pemisahan biji dari buah
c. Pemurnian benih.
Adalah proses memisahkan benih dari benda ikatan kotoran/benih yang tidak diinginkan.
d. Seleksi benih.
Adalah proses memisahkan benih yang berkualitas baik dari populasi benih yang telah dibrsihkan dari kotoran (Pemurnian benih).
Maksud dan tujuan
Maksud dari pengadaan benih adalah menyediakan benih yang bermutu baik dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan setiap tahun dan tepat waktu.
Dan tujuan dari pengadaan benih adalah untuk menunjang kelancaran pengadaan bibit yang bermutu baik dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan setiap tahun dan tepat waktu.
C. Pembibitan
a. Bibit : bahan tanaman yang dapat berupa benih sehat/seedling/anakan baik berupa stek, anakan siap tanam, cangkok maupun anakan cabutan yang dapat ditanam.
D. Penanaman dan Pemeliharaan.
1. Penghijauan
Adalah upaya memulikan/memperbaiki kembali lahan kritis diluar kawasan hutan. Melalui kegiatan tanam menanam agar dapat berfungsi sebagai media prodiksi dan media pengatur tata air yang baik, serta upaya mempertahankan dan meningkatkan daya guna alam sesuai dengan peruntukannya.
2. Hutan rakyat
Adalah tanaman yang didominasi oleh jenis kayu-kayuan di lahan milik petani diluar kawasan hutan.
3. Kebun rakyat
Adalah areal tanaman yang didominasi oleh jenis tanaman buah-buahan dan/atau tanaman industri di lahan petani diluar kawasan hutan.
4. Reboisasi
Adalah upaya rehabilitasi lahan kritis didalam kawasan hutan melalui penanaman kayu-kayuan termasuk didalamnya pembuatan sarana dan prasarana.
5. Rencana Teknik Reboisasi (RTR)
Adalah rencana jangka pendek/tahunan reboisasi secara detail operasional yang memuat tentang lokasi jenis dan volume kegiatan, jenis tanaman, kebutuhan bibit, pola tanam, sarana dan prasarana, peta serta rancangan untuk setiap jenis kegiatan.
6. Sistem tumpang sari
Adalah sistem pembuatan tanaman kayu-kayuan yang dikombinasikan dengan penanaman tanaman semusim yang dilaksanakan oleh peserta tumpang sari berdasarkan perjanjian kerja selama jangka waktu 1-3 tahun.
7. Tanaman semusim pada kegiatan reboisasi
Adalah tanaman sementara pada kegiatan reboisasi yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak megganggu pertumbuhan tanaman pokok ataupun tanaman sela.
8. Tanaman pokok
Adalah tanaman pada kegiatan reboisasi yang diarahkan menjadi tegakkan pokok dikemudian hari.
9. Tanaman jenis MPTS ( Multi Purpose Trees Spesies )
Adalah tanaman bermanfaat ganda, disamping menghasilkan kayu juga menghasilkan hasil hutan non-kayu (hasil hutan) seperti buah, biji, getah, serta mampu memberikan perbaikan lingkungan.
10. Banjar harian
Adalah pembuatan tanaman yang dilakukan dengan upah harian.
11. Pemeliharaan tanaman
Adalah upaya untuk memelihara sejumla tanaman dalam lusan dan kurun waktu tertentu huna mendapatkan tanaman yang berkualitas baik dengan jumlah persatuan yang luas dan cukup serta sesuai dengan standart hasil yang ditentukan.
12. Penyulaman
Adalah upaya penanaman kembali untuk mengganti tanaman pokok yang mati/ diperkirakan tidak mampu tumbuh.
13. Penyiangan
Adalah upaya pembebasan tanaman pokok dan tanaman sela dari jenis pengganggu/ gulma. Antara lain : rumput liar, semak-semak, dan lainnya.
14. Pendangiran
Adalah upaya penggemburan tanah di sekeliling tanaman pokok dengan maksud memperbaiki kondisi fisik tanah.
15. Ilaran api (Sekat bakar)
Adalah jalur untuk mencegah/membatasi kebakaran hutan.
16. Ajir
Adalah pathok yang dibuat dari bambu/kayu untuk menandai jarak tanaman dan setelah penanaman ajir ditancapkan disamping tanaman.
Warna-warna Ajir :
Warna Biru : Tanaman Pokok
Warna Putih : Tanaman Sela
Warna hijau : Tanaman Pagar/Tepi
17. Kontur
Adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada ketinggian yang sama.
18. Penjarangan
Adalah tindakan pemeliharaan untuk mengatur ruang tumbuh dengan cara mengurangi kerapatan tegakan dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan pohon dan kualitas batang.
Maksud dan tujuan
Maksud dari penanaman untuk meningkatkan prosuktifitas lahan melalui penanaman kayu-kayuan atau buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, sedangakn maksud dari pemeliharaan tanaman agar tanaman muda mampu menjadi pohon dengan pertumbuhan sesuai dengan yang diharapkan.
Tujuan dari penanaman dan pemeliharaan untuk mendapatkan tegakkan/tanaman yang subur dengan luasan dan jenis yang diinginkan dan dapat memberikan hasil yang menguntungkan secara optimal.
E. Perlebahan
Adalah suatu rangkaian kegiatan pemanfaatan lebah dan produk-produknya serta vegetasi penunjang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat dengan memperhatikan aspek kelestariannya.
F. Budi daya jamur
Cara pemeliharaan jamur :
1. Kondisi ruangan tempat penanaman jamur/kubung/ruangan produksi agar dijaga kelembabannya serta kadar air tetap dalam kondisi optimal dengan melakukan penyiraman dengan cara penyemprotan air bersih. Suhu kelembaban dapat diatur dengan mengatur ventilasi.
2. Penyemprotan air bersih tersebut dilakukan dua kali sehari pagi dan sore sampai lantai basah dihindarkan penyemprotan langsung mengenai badan buah untuk menghindari kematian/busuk.
G. Pesuteraan Alam
Adalah salah satu kegiatan usaha tani dalam rangka upaya meninggalkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan budi daya murbei yang dikombinasikan dengan memelihara ulat sutra dan penanganan.
KRIDA TATAWANA
KRIDA GUNAWANA
Adalah salah satu krida di saka wanabakti yang berkaitan dengan kegiatan pengusahaan hutan baik terkait dengan masalah pemanfaatan, pendayagunaan maupun unsur-unsur kegiatan pendukungnya.
SKK dan TKK KRIDA GUNAWANA
A. Pengenalan jenis pohon.
Pohon adalah tumbuhan berkayu dengan diameter batang minimal 20 cm.
Nama Pohon Nama Latinnya
1. Jati (Tectona grandis)
2. Meranti (Shorea SPP)
3. Damar (Agathis)
4. Pinus (Pinus mercusi)
5. Sengon (Paraserianthes talcataria)
6. Ramin (Gonystillus Bancanus)
7. Rasamala (Altingia excelsa)
8. Durian (Durio zibetnus)
9.
Manfaat bagian-bagian Pohon .
1. Kayu
Kayu perkakas/alat rumah tangga seperti meja, kursi, dll.
Bahan bangunan seperti kusen, daun pintu,dll.
Kerangka kendaraan seperti kapal.
Kerajinan ukiran dan patung.
2. Daun
Untuk minyak seperti minyak kayu putih.
3. Buah
Untuk dikonsumsi seperti durian, cempedak, dll.
4. Getah
Untuk diambil getahnya seperti pinus, karet, dll.
Sifat-sifat Morfologi pohon.
Morfologi batang.
a. Penampilan pohon
Secara umum pepohonan dihutan memiliki penampilan,
• Batang silindris
• Batang berbuncah
• Batang berlekuk/berbaling, berongga.
b. Penampilan pangkal batang
• Batang mulus
• Batang berbanir
c. Penampilan pepagan luar
• Batang berdamar
• Batang licin
• Batang berlekah
• Batang Bersisik
• Batang Lepas berkotak
• Batang Berpuru
• Batang Bergelang/bergaris melintang
• Batang Berduri
• Batang Mengelupas
• Batang Retak-retak
B. Pencacahan pohon.
Adalah suatu kegiatan untuk mengetahui jumlah (susunan/komposisi) dan sebaran pohon dihutan, secara sederhana pencacahan pohon dapat diartikan sebagai perhitungan terhadap potensi hutan terutama pohon-pohonnya.
Maksud pencacahan pohon
• Untuk mengetahui keadaan penyebaran pohon dalam tegakan yang melipui jumlah dan komposisi sejenisnya serta volume pohon yang akan ditebang.
• Untuk mengetahui jumlah dan jenis pohon inti dan pohon yang dilindungi yang akan dipelihara sampai rotasi berikutnya.
Tujuan pencacahan pohon
• Untuk menyusun rencana karya baik lima tahun maupun tahunan yang meliputi perbalakan dan rencana pembinaan.
C. Pengukuran kayu
Adalah proses penentuan dimensi kau yang meliputi panjang, diameter, bagi kayu bulat ataupun panjang, lebar, maupun tinggi. Bagi kayu-kayu yang sudah dalam bentuk sortimen/kayu olahan dalam rangka penghitungan volume kayu tersebut.
Alat ukur kayu
1. Caliper
2. Garpu pohon
3. Pita diameter
4. Tongkat ukur
Cara penetapan isi kayu bulat
Isi kayu bulat rimba indonesia ditetapkan berdasarkan Rumus “Breton Matrik” yang menghitungkan isi sebenarnya kayu bulat atas dasar silinder imajiner.
Rumus Breton Matrik
I = 0,7854 x d2 x L
10.000
Keterangan :
I : Isi kayu bulat rimba (m3)
d : diameter kayu bulat (cm)
L : Panjang kayu bulat (m)
0,7854 = ¼ x 3,1416
D. Kerajinan hasil hutan.
E. Pengolahan hasil hutan.
F. Penyulingan minyak atsiri.
KRIDA REKSAWANA
Reksawana berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari 2 suku kata yaitu Reksa (menjaga/melindungi) dan Wana (hutan)
Krida Reksawana adalah salah satu krida di Saka Wanabakti yang segala bentuk kegiatannya dalam rangka menjaga dan melindungi hutan.
SKK dan TKK :
1. Keragaman hayati
Diantaranya yang terdapat didaratan,lautan,dan ekosistem akuatik sama komplek. Ekologi yang merupakan bagian dari keaneka ragaman di dalam spesies.
2. Konservasi kawasan
Yaitu suatu upaya perlindungan sistem penyangga, perlindungan, pengawetan, keanekaragaman, jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistem dan pemanfaatan.
Secara lestari sumber daya alam hayati yang dilakukan terhadap kawasan yang memiliki sumber alam hayati dan ekosistemnya.
3. Konservasi jenis satwa
Adalah upaya-upaya yang dilakukan baik dalam perlindungan, pengawetan, pemanfaatan satwa sehingga terhindar dari bahaya kepunahan.
Keputusan Presiden telah No. 4/93 telah menetapkan tumbuhan dan satwa nasional :
1. Komodo sebagai satwa nasional
2. Ikan siluk merah sebagai satwa pesona
3. Elang jawa sebagai satwa langka
4. Melati sebagai puspa bangsa
5. Anggrek bulan sebagai puspa pesona
6. Padma raksasa sebagai puspa langka
4. Konservasi jenis tumbuhan
Adalah upaya untuk mencegah agar tumbuhan terhindar dari kepunahan melalui perlindungan sistem ekologi, kelestarian jenis tumbuhan, pemanfaatan secara lestari.
5. Perlindungan hutan
Kegiatan yang meliputi usaha-usaha prlindungan hutan :
Mencegah dan membatasi kerusakan-kerusakan hutan dan hasil alam yang disebabkan oleh perbuatan manusia dan ternak, kebakaran, gaya-gaya alam, hama, dan penyakit.
6. Pendakian
Persiapan :
1. Persiapan fisik dan mental
2. Rencana rute dan jadwal waktu perjalanan
3. Logistik / perbekalan
4. Pakaian hangat ( kaos kaki, sarung tangan)
5. Peralatan (Ransel, tenda, tali, senter kompas, peta, peralatan masak, alat komunikasi, p3k)
6. Perijinan dan asuransi jiwa
7. Pengorganisasian tugas dan tanggung jawab peserta
8. Biaya dan buku catatan perjalanan
Tujuan :
Mengarahkan anggota pramuka agar memiliki sikap mental berani, tahan uji, memiliki rasa persahabatan dan kebersamaan.
7. Pemanduan
Adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang arti pentingnya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
8. Penulusuran gua
Adalah suatu kegiatan memasuki dan menelusuri lorong-lorong / celah-celah yang berada di bawah permukaan tanah dengan persiapan dan perencanaan yang baik.
9. Pengamatan satwa
Adalah upaya untuk mengetahui jenis satwa, meliputi perilaku, makanan, habitat, populasi.
10. Penangkaran satwa
Adalah upaya menangkal makin berkurangnya berbagai jenis satwa dihabitat alami melalui penelitian dan pengembangan.
11. Pengendalian perburuan
Adalah kegiatan pengaturan perburuan dengan menetapkan jenis jumlah satwa yang akan di buru, musim berburu, serta lokasi beburu.
12. Pembudidayaan tumbuhan
Adalah kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan dan pengembangan pembudidayaan tumuhan liar.
13. Pencegahan kebakaran hutan
Adalah semua usaha penegahan, pemadaman kebakaran hutan dan penyelamatan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Tanda Penghargaan Tigor dan Tiska
Tanda penghargaan digunakan oleh Gerakan Pramuka sebagai alat pendidikan, yaitu dengan memberi Tanda Kehormatan, yang diharapkan dapat memberi dorongan kepada seseorang untuk meningkatkan kepribadiannya, prestasi kerjanya, dan pengabdianya, serta memberi tanggungjawab yang berhubungan dengan pemberian tanda kehormatan itu.
Pada Peserta Didik diberikan Tanda penghargaan kegiatan, yaitu tanda kehormatan yang diberikan kepada seorang Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega) yang telah memperlihatkan keaktifannya dan mencapai prestasi yang baik dalam suatu kegiatan kepramukaan. Tanda Penghargaan dimaksud dalam pembahasan disini yakni, Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) dan Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong (Tigor).
Syarat Penerima Tanda Penghargaan Kegiatan
a. Tanda Penghargaan Kegiatan menyatakan penghargaan Gerakan Pramuka kepada seorang Pramuka yang telah berprestasi baik dalam suatu kegiatan kepramukaan.
b. Seorang Pramuka (Siaga, Penggalng, Penegak dan Pandega) dapat menerima dan mengenakan Tanda Penghargaan Kegiatan ( Tiska )apabila yang bersangkutan telah memenuhi syarat sebagai berikut:
1) Telah memenuhi sarat-syarat yang ditentukan Panitya Penyelenggara, untuk mengikuti acara kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh Panitia penyelenggara.
2) Telah menunaikan tugas kewajibannya, melakukan kegiatan kepramukaan yang diikutinya, dengan penuh rasa tanggungjawab, kesungguhan, keuletan, ketekunan dan ketelitian, sehingga mencapai prestasi yang baik, sesuai dengan ketentuan penyelenggara kegiatan tersebut.
c. Salah satu Tanda Penghargaan Kegiatan yang berbentuk Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong ( Tigor ) diberikan setelah yang bersangkutan aktif melakukan kegiatan dalam Perkemahan Wirakarya, atau kegiatan bakti masyarakat secara gotong royong yang diikutinya, dengan penuh rasa tanggungjawab, kesungguhan, keuletan, ketekunan, ketelitian, sehingga mencapai prestasi yang baik, sesuai dengan ketentuan penyelenggara kegiatan tersebut.
Sebenarnya sesuai dengan aturannya, tatacara pengusulan untuk mendapat Tanda Penghargaan Kegiatan dilakukan Pembina Pramuka ybs melalui Panitia Penyelenggara Kegiatan, namun demikian untuk mempermudah prosesnya biasanya Panitia Penyelenggara telah mengemas pemberian tanda penghargaan tersebut sekaligus ke dalam satu kegiatan. Penyerahan Tanda Penghargaan Kegiatan ditentukan oleh kwartir penyelenggara kegiatan. Setelah kegiatan selesai selain diberikan berupa Tanda Penghargaan, juga diserahkan surat keterangan ( berbentuk piagam ) bagi penerima/ pemegang yang berhak.
Pemberian, penganugerahan dan penyerahan Tanda Kehormatan kepada kepada peserta didik dapat dilimpahkan kepada Panitia Penyelenggara atau Pembina Pramuka yang bersangkutan.
Bentuk, ukuran dan warna.
a. Tanda penghargaan kegiatan yang dibuat dari logam, digantungkan pada pita kain sepanjang 3 cm lebar maksimum 2 cm, atau pada papan logam sepanjang maksimun 2,5 cm dan lebar maksimum 1,2 cm sesuai dengan ukuran tanda penghargaan itu.
b. Tanda penghargaan kegiatan dapat pula dibuat dari kain atau bahan lainnya.
c. Tanda penghargaan harian dibuat dari kain berbentuk segi empat berukuran 2 cm x 1,5 cm, bergambar dan warna yang ditentukan oleh Kwartir penyelenggara kegiatan yang bersangkutan.
Penggunaan Tiska dan Tigor.
Tanda Penghargaan Kegiatan dipakai di atas saku kanan baju seragam putera, dan di dada sebelah kanan di atas lipatan hias atau setinggi ketiak baju seragam Pramuka puteri.
Tanda Penghargaan Kegiatan ( Tiska ) hanya berlaku dan dapat dikenakan pada pakaian seragam Pramuka selama maksimum enam bulan sejak saat diserahkannya tanda tersebut kepada yang bersangkutan sedangkan untuk (Tigor) tidak mempunyai batas waktu.
Tanda Penghargaan yang diberikan kepada peserta didik selain menanamkan kebanggaan pada yang berangkutan, juga diharapkan dapat mendorong si penerima untuk meningkatkan kehormatan pribadinya dan keteladanan dalam Gerakan Pramuka.
|
Kamis, 13 September 2012
Sabtu, 19 Mei 2012
Kode Kehormatan
Kode
Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji
yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur
dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
Satya
Satya adalah :
- Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
- Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
- Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.
Satya dibagi menjadi dua, sesuai
dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya dan Trisatya”
Dwisatya
Dwisatya adalah satya yang digunakan
khusus untuk Pramuka Siaga. selengkapnya berbunyi sebagai berikut :
Trisatya
Dwisatya
Pramuka Siaga
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga.
- setiap hari berbuat kebajikan.
Trisatya merupakan janji dan tiga
kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena
mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka.
Setiap kali Pramuka akan dilantik
menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya,
diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya
di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka
golongan penggalang, penegak dan pandega.
Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk
Penggalang dan Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa.
- Trisatya untuk penggalang selengkapnya berbunyi sebagai berikut :
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
- menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
- menepati Dasadharma
- Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa selengkapnya berbunyi sebagai berikut :
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
- menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
- menepati Dasadarma.
Dharma
Dharma adalah :
- Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
- Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
- Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
- Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.
Dharma dibagi menjadi dua, sesuai
dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwidharma dan Dasadharma”
Dwidharma
Dwidarma selengkapnya berbunyi
sebagai berikut :
Dwidarma
Pramuka Siaga
- Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
- Siaga berani dan tidak putus asa.
Dasadharma
Dasadarma selengkapnya berbunyi
sebagai berikut:
Dasadharma
Pramuka itu:
- Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
- Patriot yang sopan dan kesatria.
- Patuh dan suka bermusyawarah.
- Rela menolong dan tabah.
- Rajin, terampil, dan gembira.
- Hemat, cermat, dan bersahaja.
- Disiplin, berani, dan setia.
- Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
- 10.Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Rabu, 21 Desember 2011
ARTI LAMBANG SAKA WANA BAKTI
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
- Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
- Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
- Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
- Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
- Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
- Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
- Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain Saka Wanabakti Gerakan Pramuka juga masih menyelenggarakan beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara (bekerjasama dengan Polri), Saka Dirgantara (TNI AU), Saka Bahari (TNI AL), Saka Wira Kartika (TNI AD), Saka Taruna Bumi (Departeman Pertanian), Saka Bhakti Husada (Departemen Kesehatan), dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Langganan:
Postingan (Atom)




